Belajar Bareng Ki Joko Tumut, Komunitas Suka Foto dan Menulis di Studio Aminoto

ponselgraphy - Sobat, Minggu 29 September 2019 Komunitas Suka Foto dan Menulis (Katalis) feat Ki Joko Tumut mengadakan acara Belajar Membuat Sebuah Foto Yang Bercerita Menggunakan Miniature Figure yang digelar di Studio Aminoto berlokasi di Jl. Raya Rungkut Menanggal No 26 Surabaya.

ki joko tumut
#sayakatalis
Tak hanya diikuti oleh anggota Katalis, acara yang dimulai pada pukul 09.00 - 12.00 WIB ini juga diikuti oleh beberapa fotografer hebat yang ada di Surabaya.

Sejak pukul 08.00 WIB, Ronny Firmansyah,salah satu dedengkot Katalis dan penggagas acara mulai datang ke Studio yang dimiliki dan dikelola oleh M. Zurqoni untuk mempersiapkan perlengkapan acara. Kurang lebih pukul 08.30 WIB para peserta mulai berdatangan ke lokasi acara dan mengisi daftar hadir serta menikmati suasana studio yang disetting seperti suasana pedesaan jaman dahulu.

ki joko tumut
Rumah Induk Studio Aminoto

Tepat pukul 09.00 WIB acara mulai dibuka dan dipandu oleh Ronny Firmansyah. Alumni Teknik Arsitektur ITS ini sedikit memberikan gambaran kepada para peserta tentang tujuan diadakannya acara ini.

ki joko tumut
Ronny Firmansyah, Salah Satu Dedengkot Katalis
Selanjutnya Ki Jokot Tumut menyampaikan materi yang berkaitan dengan Miniature Figure Photografi. Selama kurang lebih 30 menit Ki Joko Tumut memaparkan perihal latar belakang Miniature Figure Photografi, peluang bisnis dan tips tips memotret miniature figure agar bisa tercipta sebuah cerita yang bisa dinikmati.

ki joko tumut
Para Peserta Mencoba Memotret Miniature Figure

ki joko tumut
Leo (pengajar di Liponsos) sedang memberikan arahan kepada Mukidi

Dari puluhan peserta yang mengikuti acara ini, ada 2 peserta yang menarik perhatian peserta lain karena kedua peserta tersebut adalah penghuni Liponsos Kalijudan - Surabaya (Kiking dan Mukidi) yang memiliki keterbatasan karena mereka bisu tuli. Tetapi meski memiliki kekurangan, pada bulan Agustus 2019 lalu mereka menorehkan prestasi yang membanggakan Kota Surabaya saat mengikuti workshop fotografi dari Unicef di Surabaya. Mereka berhasil menyabet gelar The Best Photographer dan The Best Team saat lomba foto on the spot.

Baca Juga : Kiking dan Mukidi
 
Setelah Ki JokoTumut menyampaikan materi, para peserta tampak tak sabar untuk segera melakoni sesi praktek dan njepret bareng. Para peserta tampak antusias dan bersemangat ketika Ki Joko Tumut yang dibantu oleh Muslich Kreasi Mgs mulai menyiapkan figure dan diorama untuk dijepret.

ki joko tumut
Salah satu peserta sedang memotret diorama buatan Magcraft
surabaya
Leo, pengajar di Liponsos yang mendampingi Kiking dan Mukidi
ki joko tumut
Cak Ar, salah satu admin Katalis harus dlosoran demi mendapat angle terbaik
ki joko tumut
Ronny Firmansyah turut mencoba memotret miniature figure
Para peserta juga diberi kesempatan untuk memainkan imajinasi mereka sendiri dengan mencoba menata setting dan tema cerita yang sesuai dengan keinginan mereka. Berbekal kamera dari smartphone dan kamera dslr, ada beberapa peserta yang rela dlosoran demi mendapatkan angle terbaik.

studio aminoto
Dowekill,salah satu peserta dari Sidoarjo

surabaya
Kiking dan Mukidi, Difabel dari Liponsos Kalijudan Surabaya

Studio Aminoto
Bebas berkeskpresi
Saking asyiknya, tak terasa jam telah menunjukkan pukul 12.00 WIB dan acara harus diakhiri.
Di akhir acara, Ki Joko Tumut menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung hingga acara ini berjalan dengan lancar.      

     

  

Tips Agar Hasil Foto Bisa Diterima Di Shutterstock

ponselgraphy - Sobat, setelah beberapa waktu lalu admin membahas tentang Cara Mudah Mendaftar Menjadi Kontributor Shutterstock, kali ini admin akan berbagi tips agar hasil foto bisa diterima di shutterstock. Ketika jaman sudah mulai modern dan semuanya serba praktis, kita dituntut agar lebih jeli memanfaatkan peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang barokah.

miniature figure
Salah satu contoh submit yang telah di approved
Tetapi bagi sobat ponselgraphy yang belum tahu apa itu shutterstock sebelumnya kita pahami dahulu tentang shutterstock. Shutterstock adalah salah satu dari banyak agency microstock yang melayani transaksi penjualan foto, vector, video bahkan music secara global dengan menerapkan sistem Royalti Free. Meski telah memiliki stock berlimpah, sampai sekarang shutterstock masih tetap menerima Contributor baru. Hal inilah yang bisa menjadi celah buat sobat ponselgraphy untuk menjual hasil foto daripada hanya dibiarkan memenuhi memory.


Yuuk lanjut lagi ke topik.
Setelah sobat berhasil mendaftar menjadi kontributor, kini saatnya sobat upload / submit karya - karya yang akan dijual. Tetapi untuk bisa di approved oleh tim shutterstock,sobat ponselgraphy harus memperhatikan beberapa hal. Berikut adalah beberapa tips dari admin berdasarkan pengalaman pribadi agar foto yang sobat submit langsung bisa diterima.

Visible Trademark
Jika sobat pernah mendapatkan peringatan seperti ini, artinya foto yang sobat submit  terdapat logo atau merk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sobat ponselgraphy  bisa mengeditnya terlebih dahulu menggunakan Photoshop atau sejenisnya, lalu mengkloning merk apapun yang ada di foto tersebut dengan warna di sekitarnya. 

ponselgraphy
Submit shutterstock yang di reject karena mengandung unsur Visible Trademark 
Kalau dirasa trademark di foto tersebut cukup banyak, sobat ponselgraphy bisa memilih untuk menjadikannya sebagai foto editorial. Namun ada beberapa hal yang perlu sobat tahu sebelum menjadikan foto tersebut menjadi editorial.  

Editorial Photo
Jika sobat merasa kesusahan  menghilangkan merk di foto yang disubmit, sobat ponselgraphy  bisa menguploadnya dengan metode editorial. Tapi sobat harus tahu, editorial berbeda dengan kontent foto commersial. Karena jika sobat  memilih foto editorial, foto tidak bisa digunakan untuk urusan bisnis, namun hanya akan diambil untuk dijadikan sebagai berita terkini saja. Kalau sobat rajin memotret dan di submit saat itu juga, bisa saja foto sobat akan langsung laku karena waktunya aktual.

Untuk mengupload foto jenis editorial, sobat harus mencantumkan minimal 5 W +1 H, yaitu Where,When, What,Who dan How dalam description. Kemudian sebelum menekan submit, pastikan sobat sudah mencentang pilihan editorial terlebih dahulu. Foto jenis editorial ini lebih banyak presentasi diterima dibanding foto komersial, tetapi namun foto komersial  lebih banyak laku dibandingkan dengan foto editorial ini. Postingan editorial ini bisa digunakan juga ketika sobat tidak memiliki model release di foto yang di submit tersebut.
Model Release
Jika sobat mendapatkan pesan mengenai model release, artinya di dalam foto terdapat foto orang yang terpampang sangat jelas. Ada 2 pilihan untuk mengatisipasi hal ini. Pertama jika sobat mengenal model yang ada di dalam foto, sobat wajib mengisi form model release dan harus ditanda tangani oleh orang tersebut. Namun jika tidak mengenal orang tersebut, sobat bisa menggunakan cara kedua, yaitu menjadikannya editorial.

Non-Licensable Content
Pesan ini akan didapatkan jika submit kontent yang illegal atau tidak berijin. Seperti ketika submit foto seseorang sedang memegang handphone yang menampilkan musik atau film di dalamnya, tentu saja tidak akan lolos ke Shutterstock. Meskipun menggunakan editorial, sobatharus mengupload bukti license dari foto maupun film tersebut. Daripada direject, lebih baik submit foto lainnya yang tidak mengandung license produk.

Noise, Artifacts, Film Grain
Shutterstock jelas tidak bisa menerima foto yang terdapat noise di dalamnya. Hal ini biasanya terjadi karena lensa atau sensor kamera kotor, terdapat bercak yang tidak disadari. Sobat harus jeli mengatur ISO terutama saat mengambil foto di malam hari. Dengan pencahayaan yang sedikit, sobat harus tahu berapa ISO yang tepat untuk kondisi penerangan saat itu. Namun ada hal lain yang bisa dilakukan ketika ini sudah terjadi dan sobat ingin sekali upload foto tersebut di Shutterstock. Untuk noise berbentuk bercak, bisa dilakukan cloning menggunakan Photoshop untuk menghilangkan bercak tersebut. Sobat juga bisa menggunakan beberapa software yang bisa mengurangi noise seperti NoiseNinja, NeatImage, Noiseware, NDNoise, dan Helicon Filter. Asalkan noise yang dihasilkan tidak terlalu besar, foto tersebut masih bisa di terima oleh Shutterstock.

Focus & Composition
Beberapa foto gagal di approved karena dalam foto tersebut tidak jelas dimana titik fokus objeknya. Ketika sobat mengambil foto, jadikan satu titik sebagai objek utamanya dan yang lainnya hanya pelengkap saja. 
ponselgraphy
Submit shutterstock yang di reject karena tidak fokus
Jika memotret foto pemandangan, sobat tetap harus memperhatikan titik fokus mana yang akan diambil. Untuk komposisi, harus memperhatikan perspektif dari foto tersebut. Usahakan tidak menggunakan fish eye yang membuat garis horizontal yang diambil terlihat membulat, karena terlihat seperti editing, foto ini pasti di reject.

Size Gambar
Ukuran gambar merupakan hal yang penting sebelum submit foto ke shutterstock. Karena foto yang size nya dibawah 4 mp tentu tidak akan bisa disubmit. Pastikan menggunakan kualitas tinggi sehingga foto tersebut tidak pecah ketika di zoom. Sobat ponselgraphy tidak perlu berfikir bahwa foto yang diambil dengan smartphone tidak akan bisa di approved, karena shutterstock tidak membatasi dari kamera apa gambar diambil asal file size minimal ketika submit minimal 4 mp. 

Tittle / Deskripsi
Setelah semua hal di atas bisa  diatasi, yang terakhir perlu diperhatikan adalah judul atau deskripsi dari foto tersebut. Carilah judul yang tepat untuk menggambarkan suasana dalam foto tersebut. Satu tips yang bisa dilakukan agar foto banyak dicari adalah harus melakukan survey terlebih dahulu judul atau deskripsi yang digunakan kebanyakan orang untuk satu foto yang sama. Sobat bisa mengkombinasikan judul dari foto terpopuler di baris teratas berdasarkan kata kunci yang dicari. Pastikan deskripsi yang di tulis menggunakan bahasa Inggris yang penulisannya benar dan sesuai dengan foto tersebut. Tambahkan juga keyword yang membuat foto sobat dicari oleh banyak orang. Sobat bisa menggunakan fiture Keyword Suggestion Tool yang ada pada web shutterstock.

Sobat, dengan beberapa tips tersebut sobat ponselgraphy bisa mulai submit foto dan mendapatkan penghasilan berjenjang yang akan terus meningkat seiring meningkatnya portofolio. Jika sobat bisa mengupload foto - foto secara rutin dan berkala, profil sobat tentu akan lebih banyak dicari oleh orang - orang. Selain itu sobat akan mengetahui lebih banyak penyebab foto itu ditolak atau diterima.

Semoga bermanfaat.
(N/E)

 

Pemenang Lomba Foto On The Spot Workshop & Pameran Miniature Figure Photografi Ki Joko Tumut

sk coffee lab
Hasil Foto Wildan Yang Memenangkan Lomba
ponselgraphy - Sobat, setelah sejak tanggal 20 Juli 2019 juri lomba foto on the spot / on location yang merupakan bagian dari acara Workshop dan Pameran Foto Miniature Figure Ki Joko Tumut yg digelar di SK Coffee Lab Kediri dan didukung oleh Kelas Pagi Kediri bekerja, kini saatnya mengumumkan pemenangnya.

Dan dari hasil penilaian juri, pemenang lomba foto on the spot / on location jatuh pada Wldan Afif Kholidi. Pemenang lomba berhak mendapatkan 1 unit diorama jalan multifungsi dari KreasiMGS Surabaya.

"Terimakasih kepada kisanak semua yang telah berkenan mengikuti lomba", kata Ki Joko Tumut seperti yang disampaikan kepada admin beberapa saat setelah pengumuman pemenang.

"Terimakasih juga kepada mas Adhi Kusumo dari Kelas Pagi Kediri yang telah berkenan menjadi juri lomba", kata Ki Joko Tumut di akhir pembicaraan.

Workshop dan Pameran Foto Ki Joko Tumut di SK Coffee Lab Kediri

ponsegraphy - Sobat, hari Jumat 12 Juli 2019 kemaren ada yang berbeda di SK Coffee Lab, salah satu kedai kopi di kota Kediri yang asyik buat nongkrong. Nampak ada sedikit kesibukan di salah satu ruangan karena mulai jam 16.00 WIB akan ada acara workshop dan pameran foto miniature figure oleh Ki Joko Tumut yang disupport oleh Kelas Pagi Kediri dan Go Ahead People yang digawangi oleh mas Ekanata August.
 
walikota kediri
Ki Joko Tumut Bersama Walikota Kediri

Meski setiap hari Jumat kedai mulai buka pukul 14.00 WIB, sejak pukul 09.00 mas Adhi Kusumo yang dipercaya oleh SK Coffee Lab sebagai kurator foto dan dibantu oleh mas Arief Priyono selaku pemilik SKCoffee Lab nampak mempersiapkan salah satu ruangan yang digunakan untuk kelas pagi dan disulap menjadi ruang pamer.

sk coffee lab
Kelas Pagi Kediri
Kurang lebih pukul 15.00 WIB Ki Joko Tumut yang sore itu didampingi oleh Kreasi MGS dari Surabaya yang sejak 2 tahun terakhir selalu memberikan support dengan diorama - diorama keren hasil karyanya. Setelah beberapa saat menunggu, mas Arief Priyono yang juga menjadi Chief Commercial Officer Persik Kediri menemui Ki Joko Tumut dan mempersilahkan untuk mempersiapkan beberapa diorama yang juga ikut dipamerkan serta materi yang akan dipaparkan saat workshop.
 
ruang kita
X Banner Workshop Ki Joko Tumut
Akhirnya setelah sempat molor kurang lebih 1 jam, tepat pukul 17.00 WIB acara workshop miniature figure photography yang dipandu oleh mas Adhi Kusumo mulai dibuka. Dalam paparannya Ki Joko Tumut menerangkan kepada para peserta tentang latar belakang miniature figure photography, peluang bisnis dan tips trick memotret miniature figure. Setelah hampir 1 jam menjelaskan kepada para peserta, tepat pukul 18.00 WIB workhsop di break untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib dan dilanjut dengan pembukaan pameran serta sesi praktek foto bersama menggunakan miniature figure, diorama dan diecast yang telah disiapkan oleh Kreasi MGS dan MagCraft.

ki joko tumut
Ki Joko Tumut
Ada 30 foto karya Ki Joko Tumut yang dicetak dan dipamerkan pada acara ini dan ditempelkan di ruang kelas pagi yang setiap hari minggu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tentang photografi dan dibimbing oleh mas Adhi Kusumo. Para peserta workshop dan beberapa pengunjung SK Coffee Lab tampak serius mendengarkan penjelasan dari Ki Joko Tumut tentang cerita dari foto - foto yang dipamerkan mulai tanggal 12 hingga 19 Juli 2019. Tidak hanya dari Kota Kediri dan sekitarnya, workshop dan pameran ini juga dihadiri 2 peserta dari Bogor dan Yogyakarta yang kebetulan sedang berlibur di Kota Kediri.

kreasi mgs
Peserta workshop mendengarkan penjelasan dari Ki Joko Tumut
kediri
Ki Joko Tumut dengan Dioarama karya Kreasi MGS
Mas Adhi Kusumo (4 dari kiri) dan Mas Ekanata August (5 dari kiri) turut penasaran dengan miniature figure

Selanjutnya sesi praktek bersama memotret miniature figure yang paling ditunggu - tunggu oleh peserta dimulai juga setelah Ki Joko Tumut selesai memaparkan cerita di balik foto - foto hasil karyanya. Awalnya pemandu acara merencanakan sesi praktek dilaksanakan di dalam ruang kelas pagi tetapi karena luas area kelas yang tidak memungkinkan mengharuskan praktek memotret dipindah di halaman SK Coffee Lab. Dipandu oleh Kreasi MGS para peserta terlihat bersemangat menata dan memotret miniature figure, diecast serta diorama yang telah disediakan.

pameran foto kediri
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
sk coffee lab
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
ki joko tumut
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
pameran foto kediri
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan

Tidak hanya menggunakan kamera DSLR dan Mirrorless, para pesera juga banyak yang menggunakan kamera smartphone yang hasilnya tidak kalah keren. Semakin malam, sesi memotret miniature figure semakin ramai karena banyak pengunjung dan crew SK Coffe Lab yang ikut mencoba memotret miniature figure. Selain menggunakan diorama, para peserta dan pengunjung juga memanfaatkan area bar SK Coffee Lab sebagai tempat memotret.

kelas pagi kediri
Salah satu peserta memotret di bar SK Coffee Lab
kopi susu kita
Ki Joko Tumut memandu peserta memotret menggunakan smartphone
persik kediri
Salah satu peserta yang memotret miniature figure menggunakan smartphone
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta dan pengunjung SK Coffee Lab, Ki Joko Tumut mengadakan lomba foto on the spot selama pameran berlangsung hingga tanggal 19 Juli 2019. Dari lomba foto tersebut akan dipilih 1 orang pemenang yang berhak mendapatkan 1 unit diorama jalan multifungsi yang disupport oleh Kreasi MGS.  

Acara workshop dan pameran foto miniature figure yang baru pertama kali digelar di SK Coffee Lab ini semakin terasa istimewa karena kehadiran Bapak Abdullah Abubakar (Walikota Kediri) yang menyempatkan melihat dan mengapresiasi foto - foto yang dipamerkan.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB dan acara harus diakhiri karena Ki Joko Tumut dan Kreasi MGS harus kembali ke Sidoarjo dan Surabaya. Di akhir acara, Ki Joko Tumut menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung hingga acara ini berjalan dengan lancar.



   



  
 

     







 

Pameran dan Workshop Miniature Figure Photography Oleh Ki Joko Tumut

ponselgraphy - Sobat, Ruang Kita didukung oleh @kelaspagikdr akan menggelar pameran foto miniature figur "Nyelekit" karya @kijokotumut (Nanang Efendi).

ki joko tumut
Design by Adhi Kusumo

Pameran foto - foto karya Ki Joko Tumut akan digelar tanggal 12 - 19 Juli 2019 di @skcoffeelab Kediri mulai pukul 16.00 WIB

Selain opening pameran, pada hari Jumat, 12 Juli 2019 akan digelar juga Artist Talk bertajuk "Membuat foto bercerita dgn menggunakan miniature figure dan mengupas peluang bisnis miniature figure photography". Acara yang disupport penuh oleh SK Coffee Lab ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (18+)

So tunggu apa lagi ?
Bagi sobat ponselgraphy yang ingin ikut hadir dipersilahkan langsung meluncur ke lokasi SK Coffe Lab di Jl. PK Bangsa - Kediri (Kompleks Perumahan Perhutani, sebelah barat Stadion Brawijaya Kediri)

Manfaat Penggunaan Lens Hood Yang Wajib Diketahui Oleh Pemula

ponselgraphy
Berbagai Macam Lens Hood (c) google
ponselgraphy - Sobat, sebagian photografer professional tentu sudah mengetahui manfaat lens hood. Lens hood adalah aksesori pelengkap DSLR yang tak bisa dilewatkan begitu saja ketika melakukan aktivitas pemotretan. Lens hood merupakan sebuah bulatan pada bagian depan optik/lensa yang dapat dilepas pasang. Bentuk dan manfaat lens hood pun bermacam-macam, tetapi yang umum ditemui adalah bentuk bung tulip dan bentuk bundar.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang lens hood dan manfaatnya, mari kita simak ulasan di bawah ini

Manfaat Lens Hood

1. Melindungi Lensa
Dalam hal ini, lens hood dapat melindungi lensa dari bahaya benturan maupun air dan debu. Dengan lens hood yang terpasang melingkar pada lensa kamera, tentunya lensa tak akan tersentuh langsung oleh berbagai kotoran dan dari berbagai benturan. Hanya benturan dengan benda-benda tertentu saja yang dapat masuk ke dalam lensa tersebut.
Tak hanya itu saja, dengan menggunakan lens hood maka juga akan meminimalisir potensi kerusakan pada lensa, seperti lensa pecah atau terkena goresan ketika sedang memotret di luar ruangan. Oleh sebab itu banyak photografer profesional yang menggunakan lens hood ini karena mereka dapat merasakan manfaatnya secara nyata melindungi lensa kamera.


2. Mencegah Flare
Flare merupakan sebuah cahaya atau dapat dikatakan sebagai pancaran cahaya yang muncul akibat mekanisme pembentukan citra yang tidak diinginkan. Bisanya flare  terjadi karena adanya pantulan internal maupun bahan atau material lensa yang kurang homogen.
Di sinilah lens hood tersebut berperan. Dengan adanya lens hood yang melingkari optik depan lensa, manfaat lens hood dapat mencegah flare masuk. Apabila flare tersebut masuk, maka akan sangat mengganggu foto yang dihasilkan, seperti hilangnya detail foto maupun foto tampak buram dan berkabut. Dengan demikian, ketika memotret terutama di luar ruangan atau di bawah terik matahari, sebaiknya sobat  membawa lens hood untuk mengatasi flare itu.

3. Terlihat Professional
Manfaat lens hood yang satu ini memang tidak berpengaruh secara teknik, tetapi hal ini hanya akan mempengaruhi kepercayaan diri. Pasalnya, orang yang melihat tentu akan berbeda dibandingkan jika sobat ponselgraphy tidak menggunakan lens hood.
Jika menggunakan lens hood, maka sobat akan terlihat seperti photografer profesional yang tampak benar - benar paham aktivitas fotografi yang sedang dikerjakannya. Oleh karenanya, jika sobat menganggap fotografi sebagai profesi, maka sobat harus menggunakan aksesori satu ini untuk menampilkan kesan yang baik.

Tetapi, selain bermanfaat namun lens hood ini juga tak lepas dari kekurangan. Beberapa hal yang menjadi kekurangan dari penggunaan lens hood  antara lain dapat terjadi vignetting, flash, maupun dapat menghabiskan ruang. 

Namun demikian, tentu saja kita tidak bisa mengesampingkan manfaat lens hood tersebut yang terbilang akan berpengaruh pada hasil dan kualitas gambar.

(NE/2019)

Sosok Debutan Yang Menjuarai Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019


Debutan yang Langsung Juara


Nuryasin, adalah seorang sosok pembelajar. Setelah menyimak materi Workshop di Kampoeng Anggrek dari pakar phonegraphy Nanang Efendi, keesokan harinya dia berburu sunrise di Kampoeng Anggrek. Karyanya dipilih juri sebagai yang terbaik dalam Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019.
kediri lagi
Karya Nuryasin Yang Menjadi Jawara Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019
Ufuk merah menyingsing di timur langit, ketika Nuryasin mengendap di kawasan Kampoeng Anggrek. Sesaat, pria muda ini mengamati kawasan sekitar. Hari itu Minggu (31 Maret 2019), masih pagi sekali. Matahari masih bersembunyi. Jarum pendek sedikit bergeser melewati angka lima.
"Saat yang tepat ", batinnya. Sejumlah spot sudah tervisual dalam benak Nuryasin. Dia hanya menanti matahari sedikit naik untuk membidikkan kamera handphonenya.

Nuryasin beranjak melangkahkan kaki ke titik yang sudah direncanakan, namun terdengar teriakan. "Hei..!", seorang pria menghampiri, menggelandang Nuryasin. Ternyata, pria itu seorang security di kawasan Kampoeng Anggrek.
Duh.. Kampoeng Anggrek masih tutup. Wajar sih, security mengamankan orang asing di kawasan yang harus dijaganya. "Untung ada mas Rudy yang menyelamatkan saya," kata Nuryasin sembari tertawa.
               
Rudy, salah satu panitia Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 menjelaskan kepada security jika Fotografer diijinkan Direktur Kampoeng Anggrek Dr. Zaenudin masuk, meski Kampoeng Anggrek belum buka. Tapi, mereka harus memberitahu terlebih dahulu ke Security dong.. Supaya nggak salah paham.

Sekelumit cerita Nuryasin itu menjadi pernik, di panggung juara pada penganugerahan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest di Galeri Resto Kampoeng Anggrek, pada Ahad 5 Mei 2019. Kegigihannya meninggalkan rumahnya di Puncu, Kediri selepas subuh demi mendapatkan momentum matahari muncul tak sia - sia.
               
Meski tersendat, akhirnya dia membidik hamparan bunga tepat waktu sesuai rencana. Angle fotonya; hamparan bunga dengan matahari di sudut kanan atas. Karya Nuryasin berjudul ": "Warna Bunga dan Sinar Surya" akhirnya menjadi kampiun Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 Kategori Umum.

Hal yang luar biasa, sosok pemuda ini sebelumnya tak pernah ikut lomba foto, debutan yang langsung juara. Dia bahkan mengalahkan sejumlah nama fotografer yang kerap berkibar dalam berbagai kontes foto. "Alhamdulillah, saya sama sekali nggak mengira," katanya.

Karya Nuryasin ini diapresi oleh juri Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019. Menurut TomyDwi P, salah satu juri, karya Nuryasin sesuai tema 'Warna - Warni'.
Kelebihan lainnya, karya foto Nuryasin berhasil memunculkan RoL (Rays of Light), dimana garis - garis sinar matahari tampak di frame. "Teknik ini biasanya digunakan dengan kamera DSLR.
Nuryasin berhasil memunculkan RoL dengan kamera handphone, ini kesulitannya lebih tinggi," kata dedengkot Kephoc ini.
 
Nuryasin adalah salah satu peserta workshop 'Smartphone Photography' yang digelar di Kampoeng Anggrek, pada 30 Maret  2019.  Dia memang bertekad menimba ilmu dari pakarnya, Nanang Efendi.
Mahasiswa IAIN Kediri ini juga memperkaya referensi. Dia mencari berbagai foto dengan objek dan karakter yang mirip dengan kawasan di Kampoeng Anggrek.  Setelah workshop, dia juga mencari spot itu.

Nuryasin memperoleh hadiah tropi, uang Rp 1,5 juta serta sertifikat. Hadiah yang lumayan untuk mahasiswa.
"Hadiahnya digunakan untuk apa ?" goda Lusi, MC penganugerahan.
"Sebagian dipergunakan untuk kepentingan saya sendiri, sebagian untuk orang-orang rumah," jawab Nuryasin, sembari tersipu.

Selamat ya Nuryasin, jangan pernah berhenti untuk belajar dan terus berprestasi.

(da Nu/Kampoeng Anggrek)

 
               

Penganugerahan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019


kephoc
Para Pemenang Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019

ponselgraphy - Sobat berakhir sudah even Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 yang mulai digelar mulai tanggal 16 Maret 2019 sampai dengan 1 Mei 2019. Pengumuman pemenang sekaligus penganugerahan juara digelar di Galeri Resto Kampoeng Anggrek, di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Ahad (5 Mei 2019) siang.
kephoc
Beberapa member Kediri Phonegraphy Community turut meramaikan acara
Dalam puncak acara yang digelar Kampoeng Anggrek bekerja sama dengan Kediri Phonegraphy Community (Kephoc) ini, 17 nominator sekaligus 1 pemenang terfavorit diundang untuk mengikuti acara yang dimulai pada pukul 9.30 WIB. Selain nominator, para fotografer yang tergabung dalam Kephoc juga turut hadir memeriahkan acara tersebut.

kediri
Dr Zaenudin SU, Direktur Kampoeng Anggrek Kediri
Penyerahan penghargaan kepada pemenang diserahkan oleh Direktur Kampoeng Anggrek Dr. Zaenudin, SU.
 
Sesuai keputusan tiga dewan juri yang bekerja secara marathon selama kontes berlangsung ; Vrian Triwidodo, Tomy Dwi Putranto yang berasal dari Kediri Phonegraphy Community dan Didik Y Suharyanto yang berasal dari Kampoeng Anggrek, terpilih 6 pemenang dalam dua kategori.

Kategori Umum ;
Juara 1: Nuryasin (hadiah uang Rp 1,5 juta); 
Juara 2 : Ahmed Saifullah (Rp 1 juta),
Juara 3 : Iwan Susanto (hadiah Rp 750 ribu).

Kategori Pelajar ;
Juara 1: Rizki Alifian (Rp 750 ribu);
Juara 2: Gus Jadi (Rp 500 ribu)
Juara 3: Firyaal Ulayya (Rp 300 ribu).
   
wisata kabupaten kediri
Para pemenang Kategori Umum berfoto bersama Direktur Kampoeng Anggrek dan Juri
Sedangkan Pemenang Favorit jatuh pada Ayu Salsabella yang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

kediri
Didik Y Suharyanto selaku Ketua Dewan Juri menyerahkan tali asih kepada pemenang
Selain memperoleh trophy dan sertifikat, para pemenang juga mendapat  hadiah uang tunai senilai total Rp 5,3 juta.
 
Dr.Zaenudin, Direktur Kampoeng Anggrek sangat mengapresiasi antusiasme peserta dalam even Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 ini.   
"Ada 188 karya peserta, itu yang terverifikasi oleh panitia, tetapi seluruh karya yang masuk  lebih dari 200 karya, kata beliau ketika memberikan sambutan.

kediri lagi
Direktur Kampoeng Anggrek menyerahkan hadiah kepada para pemenang
'Ternyata antusiasme masyarakat terhadap even ini cukup tinggi," kata mantan Kepala Puslit Kopi dan Kakao Jember ini.

"Sementara untuk pemenang favorit yang dinila berdasar jumlah like terbanyak, dari laporan panitia masih ada beberapa peserta yang menggunakan aplikasi pihak ketuga untuk mendongkrak  perolehan like-nya sehingga, ada sejumlah peserta yang didiskualifikasi", kata penikmat kopi hitam ini

Hanya saja, Dr. Zaenudin memberikan catatan, jika banyak destinasi di Kampoeng Anggrek yang kurang tereksplore, terutama areal bagian atas Kampoeng Anggrek.    
"Ada tour kebun, pengunjung diajak keliling kebun dengan mobil kayu. Nah, di atas ada rumah pohon dan gardu pandang. Itu pemandangannya sangat menarik untuk dijadikan objek foto," kata beliau.

Sementara itu, Founder Kephoc Tomy Dwi Putranto juga mengapresiasi inisiatif Kampoeng Anggrek yang menggelar even kontes foto ini. Sebelumnya, Kampoeng Anggrek bersama Kephoc juga memberikan pembekalan kepada peserta dengan menggelar workshop "Smartphone Photography" pada 30 Maret 2019.
   
kediri lagi
Tommy (kiri) bersama Nara Singha, salah satu member Kephoc yang saat ini menekuni wedding photography
"Saya berharap even ini berkelanjutan. Sebab, even ini menjadi wadah untuk mengasah kreatifitas pecinta fotografi sekaligus sarana untuk mengenalkan Kampoeng Anggrek," kata Tomy ketika ramah tamah dengan panitia dan pemenang lomba. (*)

(danoekampoenganggrek)

  

Nominasi Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019

ponselgraphy - Sobat, setelah digelar sejak 16 Maret 2019 hingga berakhir tanggal 1 Mei 2019, Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest yang mengangkat tema Warna Warni Kampoeng Anggrek telah terpilih foto - foto kerem para peserta yang masuk nominasi.

Dari hasil kerja keras panitia dan Dewan Juri, berikut adalah peserta lomba yang masuk nominasi.

Kampoeng Anggrek
(c) Kampoeng Anggrek Kediri

KATEGORI PELAJAR



kampoeng anggrek
(c) Kampoeng Anggrek

KATEGORI UMUM



Panitia Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest akan mencetak dan memamerkan seluruh karya peserta yang masuk nominasi dan akan dipamerkan pada saat pengumuman serta penyerahan hadiah pemenang lomba yang akan digelar pada Minggu, 05 Mei 2019 mulai pukul 9.30 WIB.
Admin ponselgraphy mengucapkan selamat kepada para nominator, dan bagi seluruh peserta Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 yang belum terpilih jangan patah semangat karena masih ada kesempatan di event - event lanjutan yang akan digelar oleh Kampoeng Anggrek Kediri.

Teruslah berlatih dan sering - sering memotret agar kemampuan semakin terasah.

Puluhan Smartphone Photographer Mengikuti Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop

ponselgraphy - Sobat, Sabtu 30 Maret 2019 kemarin Kampoeng Anggrek Kediri bekerjasama dengan Kediri Phonegraphy Community sukses menggelar Workshop yang bertajuk Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop
nanang efendi
Kampoeng Anggrek Kediri
Acara yang baru pertama kali digelar sejak Kampoeng Anggrek Kediri dibuka pada tahun 2016 ini sekaligus menjadi ajang Technical Meeting para peserta "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest" yang mengusung Tema "Warna Warni".

Sejak pukul 8.30 WIB para peserta yang rata - rata mengikuti  "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest" mulai berdatangan dan melakukan registrasi di tempat yang telah disediakan panitia.

Tepat pukul 10.00 WIB acara Workshop dibuka oleh Mbak Ananda Grisca selaku pembawa acara, setelah memimpin doa bersama pembawa acara mempersilahkan Bapak Dr.Ir Zainudin, SU, Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung (pengelola Kampoeng Anggrek Kediri) untuk memberikan sambutan. 
nanang efendi
Sambutan dari Bapak Dr. Ir. Zainudin SU (Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung)
Dalam sambutannya, bapak Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung menjelaskan sekilas tentang sejarah berdirinya Kampoeng Anggrek Kediri dan memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah hadir untuk mengikuti rangkaian acara "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest".   

kephoc
Tommy Dwi Putranto (Founder Kediri Phonegraphy Community)
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Tommy Dwi Putranto selaku pendiri Kediri Phonegraphy Community. Tommy menyampaikan terimakasih kepada Kampoeng Anggrek Kediri yang telah berkenan menggandeng Kediri Phonegraphy Community untuk menjadi juri dan pemateri "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest".
 
perkebunan sumber sari petung
Moderator sedang berinteraksi dengan peserta dari Tulungagung
Selesai sambutan dari Founder Kediri Phonegraphy Community, acara Workshop dimulai yang di moderatori oleh mas Danu salah satu selaku penggagas acara. Moderator membuka acara dengan menyampaikan beberapa hal tentang Smartphone Photography. Selanjutnya moderator mempersilahkan Nanang Efendi, praktisi photografi ponsel dan Co Founder Kediri Phonegraphy Community selaku pemateri untuk berbagi ilmu dengan para peserta yang berjumlah kurang lebih 73 orang yang tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri tetapi ada beberapa peserta dari Tulungagung dan Blitar.

Dalam Workshop yang baru pertama kami digelar oleh Kampoeng Anggrek Kediri ini diselenggarakan untuk lebih memperkenalkan dan menggugah minat anak - anak muda, khususnya para peserta tentang photografi ponsel yang belakangan ini menjadi trend baru di dunia photografi. Para peserta workshop nampak antusias menerima penjelasan dari pemateri, dan dipandu oleh moderator banyak peserta yang bertanya tentang ilmu - ilmu yang ditularkan kepada mereka.

ponselgraphy
Nanang Efendi sedang menyampaikan materi Dasar - Dasar Photografi Ponsel
Dalam workshop ini, pemateri menjelaskan tentang dasar - dasar mengenal dan memahami  perbedaan snapshot dan fotografi, pemahaman tentang komposisi, mengenal apa itu Point of Interest, Deep of Field serta beberapa hal lain. Para peserta yang sebagian besar memiliki ponsel android dengan kemampuan kamera yang lumayan baik baru menyadari jika ternyata mereka bisa membuat karya foto lebih dari yang telah mereka lakukan sebelum mengikuti workshop untuk diikutkan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest.

Setelah kurang lebih 1 jam mendengarkan paparan dari pemateri, peserta Workshop dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dan diberi kesempatan oleh panitia untuk melakukan tour keliling area Kampoeng Anggrek sekaligus mengenalkan spot - spot yang bagus untuk pemotretan dan mempraktekkan materi yang telah disampaikan.
ponselgraphy
Salah satu icon dan spot foto di Kampoeng Anggrek
wisata kabupaten kediri
Mbak Ananda Grisca memimpin tour peserta
photografi ponsel
Para peserta workshop antusias belajar memotret setelah tour keliling
kabupaten kediri
Para peserta mengikuti tour keliling Kampoeng Anggrek
Tak terasa setelah berkeliling, berdiskusi dan mencoba mempraktekkan beberapa hal yang disampaikan oleh pemateri, waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB dan acara harus diakhiri.

Semoga acara ini dapat bermanfaat barokah bagi kita semua.


(N/E)