5 Hal Yang Menentukan Kualitas Foto

ponselgraphy
(c) pixabay
Ponselgraphy - Sobat, seiring berkembangnya tren tekhnologi, banyak teknologi lain yang mulai diadaptasikan dalam sebuah smartphone yang salah satunya adalah kamera.
Admin rasa sobat - sobat ponselgraphy termasuk yang suka mengabadikan foto dengan smartphone lalu meng upload hasil jepretan ke facebook, instagram atau media sosial lainnya.

Sebelum memutuskan membeli sebuah smartphone, sudah barang tentu sobat ponselgraphy memperhitungkan besarnya megapixel kamera, tetapi tahukan bahwa sebenarnya besaran megapixel pada kamera bukan segalanya dalam menantukan kualitas foto yang kita ambil.

Megapixel Bukan Segalanya
Bagi sobat ponselgraphy yang eksis di media sosial pasti akan ada perasaan puas jika foto yang kita bagikan di facebook, instagram atau medsos lainnya banyak disukai dan dikomentari teman-teman dan follower kita. 
Agar hasil foto yang akan kita share memiliki hasil yang bagus penting untuk mempertimbangkan hal - hal sebagai berikut diluar teknik fotografi yang juga harus kita ketahui.

5 Faktor Yang Lebih Menentukan Kualitas Foto

Resolusi (Megapixel)
Akhir - akhir ini promo yang dilakukan oleh vendor smartphone benar - benar berhasil berkaitan dengan yang satu ini. Banyak yang percaya bahwa semakin besar resolusi suatu kamera hasil fotonya akan semakin bagus. Perlu sobat ponselgraphy ketahui bahwa sebenarnya ukuran megapixel adalah kumpulan pixel yang mampu ditampilkan kamera smartphone, semakin besar ukuran megapixel suatu kamera semakin besar pula ukuran foto yang dihasilkan bisa dicetak. Tetapi pada kualitas foto, resolusi kamera hanyalah sebuah angka.

Sensor
Sensor yang dibawa oleh kamera smartphone memiliki peran yang lebih penting dibandingkan besarnya megapixel. Semua megapixel diharuskan masuk ke dalam sensor, maka jika ukuran sensornya kecil harus kecil pula megapixel yang dibawanya. Jika megapixel kamera yang dibawa tidak sesuai dengan ukuran sensornya maka foto yang dihasilkan akan penuh dengan gradasi atau noise.
Sebagai conttoh ; kamera smartphone dengan resolusi 12 MP hasilnya bisa lebih bagus daripada kamera dengan resolusi 20 MP jika ternyata menggunakan ukuran sensor yang sama.

Lensa (Aperture)
Untuk meningkatkan eksistensi di media sosial wajib banget menghasilkan foto yang keren bukan ?
Sebaiknya, ketika akan memutuskan membeli sebuah smartphone selalu perhatikan jenis lensa kameranya. Kualitas lensa menentukan cahaya yang masuk ke dalam sensor untuk menangkap gambar. Kamera smartphone yang memiliki ukuran f/1.7 mampu menangkap cahaya lebih baik dibandingkan f/1.8 sehingga akan membuat pengalaman foto dengan cahaya minimpun tetap menyenangkan.

Auto focus
Faktor selanjutnya yang menentukan kualitas foto yang dihasilkan adalah auto focus. Akan terasa sia-sia memiliki kamera dengan megapixel yang tinggi jika tidak dibekali fitur auto focus yang baik.
Kamera yang dibekali auto focus mampu menghasilkan foto yang lebih tajam, apalagi jika kamera smartphone sobat ponselgraphy juga dibekali dengan OIS (Optical Image Syabilization) untuk menghasilkan foto bagus tanpa harus khawatir kamera goyang sehingga menghasilkan gambar yang kurang tajam.

Prosesor Pengolah Gambar
Hal terakhir yang menentukan kualitas kamera foto pada smartphone adalah prosesor pengolahan gambarnya. Pengolah gambar ini bertugas memproses gambar yang diambil oleh kamera setelah gambar ditangkap. Pada smartphone, pengolah gambar ini bergantung pada jenis chipset serta firmware bawaannya. Menurut beberapa pakar smartphone, chipset Exynos 8890 Octa menjanjikan hasil pengolahan gambar yang lebih tajam dan memuaskan dibanding smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon 810.

Besarnya megapixel pada kamera yang dibawa smartphone memang menjadi ladang promosi yang terlihat sexy. Tetapi kembali lagi, jika sobat ponselgraphy menginginkan pengakuan yang baik di media sosial sebaiknya memilih smartphone yang dibekali kamera dengan sensor yang baik, auto fokus yang cepat dan prosesor pengolah gambar yang baik sehingga hasil foto yang dihasilakan bener - bener bisa memuaskan karena ternyata memang besaran megapixel pada kamera bukanlah segalanya dalam menentukan kualitas foto.

Semoga bermanfaat.










 

Mengenal Istilah Coating Pada Lensa

Mengenal Istilah Coating 

ponselgraphy
(c) pixabay

Ponselgraphy - Sobat, sebagai seorang yang berkutat di dunia photo tentu kita semua tahu dan mengenal beberapa istilah yang umum dalam dunia photografi. Salah satu istilah yang seringkali kita dengar adalah 'Coating". Tetapi ternyata sebagian sobat ponselgraphy dan beberapa yang lain masih belum paham dengan istilah Coating.

Biar lebih jelas yuuk mari kita kupas apa yang dimaksud dengan 'Coating"
  • Pada dunia photografi, yang dimaksud Coating adalah lapisan atau membran tipis pada sebuah lensa.
  • Coating pada lensa berfungsi sebagai anti goresan (halus), anti bakteri, anti fogging, filter ultra violet, dan anti refleksi (sifat dasar lensa adalah reflektif atau memantulkan cahaya).
  • Karena sifat dasar lensa yang reflektif, lapisan Coating dapat membantu menyerap cahaya dengan lebih baik untuk diteruskan ke sensor kamera.
Sebagian fungsi Coating bisa dengan mudah kita ketahui berdasarkan warna Coatingnya.
  •  Coating Merah (AntiUV)
Coating yang didominasi warna merah ini digunakan untuk memberikan proteksi pada kondisi pencahayaan yang maksimal. Lensa dengan warna coating merah sangat baik digunakan untuk siang hari pada cahaya terang karena mampu mereduksi hampir 1/3 cahaya (terutama sinar UV.
  • Coating Biru (Anti Reflection)
Warna biru adalah jenis coating dasar yang paling banyak kita jumpai karena standarisasi lensa biasanya harus memiliki anti reflection agar tiap kedipan mata atau cahaya refleks ketika membidik target tidak membuat silau. Lensa coating biru sangat baik digunakan untukberbagai kondisi, baik siang atau malam hari.
  •  Coating Hijau (Light Transmition)
Warna hijau pada lensa biasanya berjenis Light Transmition dari bahan Amber Stone yang mampu mengalirkan cahaya pada seluruh bagian bayangan obyekyang tertangkap lensa.
Coating jenis ini sangat cocok digunakan pada kondisi pencahayaan yang minim sehingga foto yang dihasilkan bisa tampak lebih terang.

Sedangkan warna lain pada coating yang tidak dijelaskan seperti ungu, jingga, oranye, dll adalah hasil kombinasi dari beberapa jenis coating.

Beberapa photografer profesional menyarankan agar kita tidak terlalu sering membersihkan lensa terutama menggunakan bahan - bahan kimia yang bisa membuat lapisan coating menjadi tipis bahkan menjadi terkelupas, cukup dilap dengan kain halus dengan arah memutar searah agar coating tidak rusak.

Semoga bermanfaat !
  


Selamat Tahun Baru 2017



Sobat, segenap admin www.ponselgraphy.com mengucapkan
🌟。❤。😉。🍀。✨ 。🎉。🌟✨。\|/。💫Happy New Year 2017🌟。/|\。🍻。🍀。 🍸。🎉。 🌟。 💫。 🎶 💥

Semoga semua sobat ponselgraphy selalu mendapat barokah

Sejarah Photoshop, Sofware Editing Yang Mendunia

Sejarah 29 Tahun Photoshop Diciptakan


Ponselgraphy - Sobat, pernahkan sobat ponselgraphy mendengar dan bahkan menggunakan Photoshop untuk mempercantik hasil foto ?
Meskipun belum pernah menggunakan sobat ponselgraphy pasti sudah pernah mendengar tentang Photoshop yang sampai sejauh ini menjadi salah satu software editing yang paling banyak digunakan.

Sebelum software photoshop diciptakan, sebenarnya photo retouching juga telah banyak digunakan untuk mempercantik tampilan sebuah foto dan akhirnya, pada tahun 1987 Thomas Knoll dan saudaranya John yang berasal dari negeri Paman Sam punya ide untuk membuat sebuah software editing foto lebih mudah digunakan dan bisa dipasang di komputer - komputer pribadi pada masa itu.

Akhirnya dari ide brilian mereka terciptalah sebuah perangkat lunak yang dinamakan "DISPLAY" dengan harapan suatu saat software ini juga nantinya bisa digunakan untuk membuat efek khusus pada film.
Selanjutnya pada tahun 1988 mereka mengubah nama "DISPLAY" menjadi "Photoshop" yang kita kenal hingga saat ini.
Mereka mempromosikan dan mempresentasikan proyek ini ke Adobe, sebuah perusahan pengembang perangkat lunak hingga akhirnya lahirlah Photoshop versi 1.

Selama bertahun - tahun program ini terus dikembangkan dan disempurnakan, tetapi beberapa tool paling ikonik yang sejak awal ada semisal  pencil, pipet dan eraser tetap dipertahankan sampai sekarang.

Untuk lebih mengetahui sejarah perkembangan Photoshop mari kita simak bersama videonya di sini.

    





Touch Retouch, Aplikasi Editing Foto dari Adva-Soft

Aplikasi Editing Untuk Menghilangkan Bagian Tak Perlu Pada Sebuah Foto


ponselgraphy
(c) Nanang Efendie



Ponselgraphy – Sobat, sebagai pecinta dan penggemar photografi khususnya photografi ponsel, sudah sepantasnya kita juga memiliki aplikasi editing untuk mempercantik hasil jepretan.
Bagi sobat - sobat yang sudah mahir dengan editing melalui pc menggunakan photoshop tentu tidak ada masalah, tetapi bagaimana halnya dengan sobat ponselgraphy yang tidak mahir photoshop dan bahkan tidak memiliki perangkat pc untuk melakukan editing.


Tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi banyak aplikasi - aplikasi editing yang dengan mudah kita unduh dan gunakan lansung di smartphone kita. Seperti halnya ADVA-SOFT, salah satu perusahaan pengembang aplikasi yang meluncurkan aplikasi editing yang dinamai TouchRetouch.

ponselgraphy
Tampilan Aplikasi TouchRetouch Android
TouchRetouch adalah sebuah aplikasi terbaru yang dapat sobat ponselgraphy gunakan untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari sebuah foto. Bagi sobat ponselgraphy yang sering mengambil foto dari android pasti sering mendapatkan objek yang tidak diinginkan muncul di foto tersebut dan dalam beberapa kondisi kita tidak mungkin mengambil lagi foto yang sama di tempat dan waktu yang sama pula. Oleh karena salah satu alternatif terbaik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menghilangkan objek yang tidak kita inginkan menggunakan aplikasi TouchRetouch yang bisa langsung diunduh Play Store.
Tetapi perlu diketahui, untuk dapat menggunakan aplikasi ini android sobat ponselgraphy minimal harus ber O/S 2.1 ke atas.

ponselgraphy
Gambar Awal

ponselgraphy
Saat dilakukan editing dengan TouchRetouch



ponselgraphy
Tampilan setelah edit
Hasil editing foto menggunakan aplikasi TouchRetouch juga sangatlah baik. Foto yang diedit dengan aplikasi ini tidak akan terlihat seperti foto editan. Beberapa kali ponselgraphy mencoba melakukan editing foto dengan menggunakan aplikasi ini dan hasilnya sangat memuaskan. Memang untuk dapat menghasilkan hasil edit yang sempurna kita dituntut untuk jeli dan telaten saat melakukan proses editing sebuah foto.

Selain fitur utama yang sudah ponselgraphy jelaskan, aplikasi TouchRetouch ini juga mempunyai banyak sekali fitur keren lainnya yang akan membuat foto sobat ponselgraphy tampak lebih sempurna dibandingkan sebelumnya.

Beberapa fitur yang ada pada aplikasi TouchRetouch adalah :
  • In-app video tutorials
  • Unlimited Undo/Redo actions
  • Smart image background recovery techniques
  • No distortions in final image
  • Easy to use interface
  • 1:1 view
  • Finger move hint

Semoga bermanfaat.

Menjadi Photografer Yang Mengenal Etika

Menjadi Seorang Photografer Yang Beretika

ponselgraphy
(c) Nanang Efendi

Ponselgraphy - Sobat, semakin lama fotografi semakin terbuka dan terjangkau oleh semua orang. Dimana - mana kita bisa dengan mudah melihat orang membawa kamera dan memotret. Kamera besar sudah bukan hal jarang yang eksklusif untuk profesional saja. Tapi, bersama dengan alat yang bernama kamera ini, kita juga dituntut untuk tahu tanggung jawab dan etika apa yang datang bersamanya.

Sobat Ponselgraphy mungkin sudah pernah mendengar tentang insiden - insiden memalukan yang melibatkan fotografer seperti saat perayaan Waisak di Candi Borobudur beberapa waktu yang lalu, juga ketika penaikan bendera merah putih di Istana Negara tanggal 17 Agustus kemarin. Orang-orang berkamera, yang mungkin merasa menyandang gelar ‘fotografer’, merangsek ke area dimana acara yang khidmat sedang berlangsung. Saya pikir semua juga pasti setuju bahwa menenteng dSLR bukan berarti dilegalkan untuk memotret apapun, dimana saja, dan kapan saja. Tetap ada aturan dan tata krama-nya. Tetap ada batasannya. Beberapa teman bahkan sampai berkelakar bahwa sekarang kalau ada kecelakaan atau kemalangan terjadi, yang pertama orang lakukan adalah memotretnya baru menolongnya. Kelakar yang tidak lucu, menurut saya.

Akan sangat menyenangkan kalau semua fotografer khususnya, dan orang-orang yang mencintai fotografi pada umumnya selalu berusaha untuk sopan dan mengerti etika. Di tempat-tempat khusus seperti restoran, di tempat umum seperti jalanan dan taman, sampai ke event yang sangat personal dan sakral seperti upacara keagamaan dan pernikahan.

Fotografer Bukan Predator
Pemangsa hanya punya satu tujuan: mendapatkan buruan. Fotografer pasti akrab dengan kata hunting – berburu. Tapi jangan sampai kita kemudian jadi pemangsa yang sesungguhnya yang melegalkan segala cara hanya untuk mendapat foto yang kita mau. Ketika orang melakukan hal-hal yang sangat pribadi seperti beribadah, beristirahat di tempat umum, mengobrol dengan rekan di kedai kopi, dan sebagainya, tentu ada momen dimana emosi muncul dan kita tergerak untuk mengabadikannya. Tapi, tidakkah sebaiknya kita menempatkan diri dulu dengan benar ? Pertama, dengan menghormati apa yang mereka lakukan dengan memberi ruang dan waktu untuk kegiatan personal tadi. Kedua, dengan berpikir “Nyamankah mereka dipotret ? Apakah saya mau dipotret jika ada di posisi mereka ? Keberatankah mereka ?” Ketiga, jangan sampai kehadiran kita menjadi gangguan.

Kamera Hebat Untuk Fotografer Yang Berkualitas
Berkualitas disini bukan hanya berarti hasil fotonya bagus-bagus, tapi juga fotografer yang tahu sopan santun. Banyak orang yang membawa kamera ke acara dimana mereka yang menenteng kamera dan lensa besar kemudian merasa boleh berdiri dimana saja untuk memotret sehingga mengganggu dan menghalangi pengunjung lain yang juga sama-sama punya hak untuk menikmati acara. Bahkan fotografer resmi yang punya tanda pengenal pun tidak seenaknya berdiri di sembarang tempat. Karena mereka tahu apa yang harus dipotret dan seberapa banyak porsi mereka di acara itu. Sangat tidak menyenangkan melihat orang yang punya kamera bagus tapi attitude-nya buruk.

Gunakan Hati, Bukan Cuma Buku Manual
Belajar memahami kamera dan bagaimana membuat foto yang bagus bisa dipelajari dengan cepat dan mudah. Tapi belajar menjadi santun adalah proses yang harus dilatih setiap hari. Fotografer juga manusia, kita bisa selalu berempati dan bersimpati. Jadi saat berikutnya sobat ponselgraphy keluar rumah untuk hunting, pastikan sobat - sobat juga “menyalakan” hati di perjalanan.
Semoga kita termasuk golongan Photografer yang mengenal etika.


Diolah dari : fotonela.com

Hunting Akbar Macro Nusantara 2016 Regional Surabaya Sidoarjo

Serunya HAMN 2016 Regional Surabaya Sidoarjo

ponselgraphy
(c) Kafu
Ponselgraphy - Sobat, hari Minggu 18 Desember 2016 kemaren ada yang berbeda di kompleks Taman Harmoni atau yang biasa disebut Hutan Bambu di kawasan Keputih - Surabaya. Kompleks taman yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya ini nampak lebih ramai dibandingkan hari - hari biasa. Pasalnya di kawasan ini sedang digelar acara Hunting Akbar Macro Nusantara 2016 untuk wilayah regional Surabaya Sidoarjo. 

Sebanyak kurang lebih 80 orang penghobi fotografi terutama fotografi macro berkumpul untuk mengikuti event nasional tahunan yang pada 2016 kali ini dipusatkan di Garut - Jawa Barat dengan mengangkat tema Togetherness. Tak hanya dari Surabaya dan Sidoarjo, beberapa peserta dari Gresik juga turut bergabung di acara ini.
 
Mulai jam 05.30 WIB para peserta HAMN 2016 mulai berdatangan dan berkumpul di salah satu sudut Taman Harmoni, tak lupa mereka melengkapi diri dengan berbagai perlengkapan untuk memotret, mulai dari kamera, tripod, smartphone, lensa macro, lensa bongkaran dan beberapa perlengkapan yang akan digunakan untuk membuat konsep macro on stage.

Tepat pukul 06.15 WIB acara mulai dibuka dengan sedikit briefing dan doa bersama yang dipimpin oleh Kafu sebagai koordinator regional Surabaya Sidoarjo agar acara berjalan lancar. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi foto bareng seluruh peserta. Selanjutnya tanpa dikomando, para peserta  langsung menyebar untuk berburu moment - moment macro.

ponselgraphy
(c) Nanang Efendi
Acara HAMN 2016 Regional Surabaya Sidoarjo ini semakin menarik dan membuat peserta semakin bersemangat karena panitia menyediakan hadiah untuk juara lomba on the spot serta beberapa hadiah door prize. Di sela - sela acara, beberapa fotografer terlihat saling berdiskusi, berbagi pengalaman tentang teknik fotografi macro dan terkadang mereka juga nampak saling mencoba kamera atau lensa milik peserta lain.

ponselgraphy
(c) Nanang Efendi
 Pada acara kali ini, selain memotret macro bebas para peserta juga disuguhi photo konsep miniature figure skala 1;87 oleh Sala Taher, salah satu dedengkot Indonesia Miniature Figure Community Jatim yang juga didapuk menjadi salah satu juri lomba on the spot. Pada sesi ini para peserta juga tampak antusias mendengar arahan dari doi tentang setting property dan setting kamera.

ponselgraphy
Konsep Miniature Figure (c) Arjo H Tjahjono

Konsep Miniature Figure (c) Arjo H Tjahjono
Tak terasa, setelah berjibaku untuk mendapatkan moment moment terbaik, waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB, dan sesuai ketentuan panitia para peserta diharuskan menyetorkan 2 (dua) foto hasil hunting on the spot kategori Natural Macro dan Candid peserta HAMN 2016 Regional Surabaya Sidoarjo untuk dinilai oleh juri.

Akhirnya setelah melalui penilaian yang sangat seru, dewan juri memilih 3 pemenang kategori Natural Macro dan Candid dengan hasil sebagai berikut :
Kategori Natural Macro :
Juara 1 ; Taufik Djoko Lelono dari Sidoarjo
Juara 2 ; Ady Suswanto dari Sidoarjo
Juara 3 ; Muchsin dari Gresik

Kategori Candid :
Juara 1 ; Muchsin dari Gresik
Juara 2 ; Ardi Khoirun Nadlif dari Sidoarjo
Juara 3 ; Musadi Febriono dari Surabaya

ponselgraphy
(c) Nanang Efendi
ponselgraphy
(c) Nanang Efendi
ponselgraphy
(c) Nanang Efendi

"Terimakasih atas kehadiran dan partisipasi rekan - rekan semua, sampai jumpai lagi di acara HAMN tahun depan, kami mohon maaf jika selama acara ini terdapat hal - hal yang kurang berkenan", pungkas Kafu di sela - sela penyerahan hadiah kepada pemenang sekaligus penutupan acara.