Nyemak, Blusukan ala Fotografer Ponsel

Koran Memo, edisi Senin 18 Mei 2015





Para fotografer ponsel berburu objek foto (yoga/memo)


Nyemak, Blusukan Ala Fotografer Ponsel
Kediri,Koran Memo

Komunitas fotografer ponsel yang tergabung dalam Kediri Phonegraphy Community (KePhoC), Sabtu (16/5) menggelar kegiatan hunting bareng. Mereka menyebut kegiatan ini dengan istilah nyemak. Sesuai namanya, dalam kegiatan ini para pencinta fotografi ponsel blusukan di antara semak belukar untuk menemukan objek foto yang kebanyakan berupa serangga atau hewan berukuran kecil lainnya.

Mulai pukul 06.00 WIB, para anggota KePhoC mulai berdatangan di lokasi hunting di Desa Sitimerto Kecamatan Pagu. Tentu tak ketinggalan mereka membawa serta berbagai perlengkapan hunting, mulai dari smartphone hingga lensa portabel buatan pabrikan maupun kreasi sendiri. 

Yang menarik beberapa diantara mereka juga membawa kamera kardus. Kamera ini merupakan modifikasi dari ponsel digabungkan dengan lensa bongkaran kamera jadul yang kemudian dipasang dalam bodi kardus bekas. “Ini dari nokia lama 6630 ditambah lensa dari kamera fujinon yang saya beli di pasar loak,” ujar Tommy Dwi Putranto, salah satu fotografer ponsel.

Keunikan lain tampak saat hunting berlangsung. Para pencinta fotografi ponsel harus berjalan mengendap – endap di antara semak agar buruannya tidak terganggu. Mereka juga harus sangat jeli untuk menemukan objek foto. “Ya karena ukurannya kecil dan kadang tidak terlihat karena warnanya sama dengan tanaman makanya harus sangat cermat,” imbuh Farid, pencinta fotografi ponsel lainnya.

Founder KePhoC, Nanang Efendi mengatakan kegiatan nyemak memang punya tantangan tersendiri. Namun hasil foto yang bergenre macro juga memiliki keistimewaan. Misalnya, serangga yang amat kecil bisa tampak sangat besar dan detil bagian tubuhnya, seperti mata. Menurut pria yang tinggal di Sidoarjo ini, selain menyiapkan peralatan khusus, untuk nyemak juga dibutuhkan pemahaman dari fotografer tentang karakteristik objek foto. “Memang ada perlakuan khusus, tidak hanya dari perlengkapan melainkan juga pemahaman karakteristik objek foto. Contohnya waktu – waktu tertentu kapan serangga tidak agresif dan teknik memotretnya,” pungkasnya.(ian)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »