Menengok Kehidupan Petani Garam

Menikmati Senja Bersama Petani Garam

Ponselgraphy
Panen Garam

Ponselgraphy - Sobat, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. 
Seperti kata pepatah "Gemah Ripah Loh Jinawi, sumber daya alam Indonesia seakan tak akan pernah habis dan berhenti menghidupi rakyatnya meski harus dengan perjuangan tanpa lelah untuk mendapatkannya.

Ponselgraphy
Mengangkut Garam Ke Penmpungan

Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan menengok kehidupan petani garam di kawasan Kalanganyar, sebuah desa kecil di wilayah kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo yang sedang menikmati masa panen garam.
Saat musim kemarau seperti ini mereka bisa menikmati jerih payahnya mengumpulkan dan menampung air asin yang ditampung di kolam - kolam dangkal yang akan membentuk kristal - kristal garam siap panen.

Ponselgraphy
Tak Kenal Lelah

Di tengah gempuran garam impor, mereka tetap bersemangat menghasilkan garam yang siap dijual kepada para tengkulak dan diolah menjadi garam beryodium di pabrik - pabrik garam yang tersebar di wilayah Surabaya.

Ponselgraphy
Penampungan Sementara

Menurut beberapa petani garam yang sempat aku temui, air asin yang mereka tampung di kolam - kolam tersebut akan berubah menjadi kristal garam setelah seminggu terpapar sinar matahari hingga siap panen dan siap jual.

Ponselgraphy
Kincir Angin Untuk Memompa Air Asin

"Musim kemarau adalah berkah bagi kami mas" tutur salah satu dari mereka. "Dengan panas terik seperti ini air di penampungan akan cepat mengkristal" imbuhnya.
"Lain cerita jika musim hujan tiba, kami akan kesulitan karena kolam penampungan akan tercampur air hujan yang tawar" pungkas mereka.

Ponselgraphy
Kincir Angin

Itulah sekelumit tentang perjuangan para petani garam yang tetap bersemangat mencari nafkah meski hasilnya kadang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi sekarang.

Ponselgraphy
Senja Di Tambak Garam

Semoga artikel ini dapat memberi kita semua semangat untuk pantang menyerah.





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »