Workshop dan Pameran Foto Ki Joko Tumut di SK Coffee Lab Kediri

ponsegraphy - Sobat, hari Jumat 12 Juli 2019 kemaren ada yang berbeda di SK Coffee Lab, salah satu kedai kopi di kota Kediri yang asyik buat nongkrong. Nampak ada sedikit kesibukan di salah satu ruangan karena mulai jam 16.00 WIB akan ada acara workshop dan pameran foto miniature figure oleh Ki Joko Tumut yang disupport oleh Kelas Pagi Kediri dan Go Ahead People yang digawangi oleh mas Ekanata August.
 
walikota kediri
Ki Joko Tumut Bersama Walikota Kediri

Meski setiap hari Jumat kedai mulai buka pukul 14.00 WIB, sejak pukul 09.00 mas Adhi Kusumo yang dipercaya oleh SK Coffee Lab sebagai kurator foto dan dibantu oleh mas Arief Priyono selaku pemilik SKCoffee Lab nampak mempersiapkan salah satu ruangan yang digunakan untuk kelas pagi dan disulap menjadi ruang pamer.

sk coffee lab
Kelas Pagi Kediri
Kurang lebih pukul 15.00 WIB Ki Joko Tumut yang sore itu didampingi oleh Kreasi MGS dari Surabaya yang sejak 2 tahun terakhir selalu memberikan support dengan diorama - diorama keren hasil karyanya. Setelah beberapa saat menunggu, mas Arief Priyono yang juga menjadi Chief Commercial Officer Persik Kediri menemui Ki Joko Tumut dan mempersilahkan untuk mempersiapkan beberapa diorama yang juga ikut dipamerkan serta materi yang akan dipaparkan saat workshop.
 
ruang kita
X Banner Workshop Ki Joko Tumut
Akhirnya setelah sempat molor kurang lebih 1 jam, tepat pukul 17.00 WIB acara workshop miniature figure photography yang dipandu oleh mas Adhi Kusumo mulai dibuka. Dalam paparannya Ki Joko Tumut menerangkan kepada para peserta tentang latar belakang miniature figure photography, peluang bisnis dan tips trick memotret miniature figure. Setelah hampir 1 jam menjelaskan kepada para peserta, tepat pukul 18.00 WIB workhsop di break untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib dan dilanjut dengan pembukaan pameran serta sesi praktek foto bersama menggunakan miniature figure, diorama dan diecast yang telah disiapkan oleh Kreasi MGS dan MagCraft.

ki joko tumut
Ki Joko Tumut
Ada 30 foto karya Ki Joko Tumut yang dicetak dan dipamerkan pada acara ini dan ditempelkan di ruang kelas pagi yang setiap hari minggu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tentang photografi dan dibimbing oleh mas Adhi Kusumo. Para peserta workshop dan beberapa pengunjung SK Coffee Lab tampak serius mendengarkan penjelasan dari Ki Joko Tumut tentang cerita dari foto - foto yang dipamerkan mulai tanggal 12 hingga 19 Juli 2019. Tidak hanya dari Kota Kediri dan sekitarnya, workshop dan pameran ini juga dihadiri 2 peserta dari Bogor dan Yogyakarta yang kebetulan sedang berlibur di Kota Kediri.

kreasi mgs
Peserta workshop mendengarkan penjelasan dari Ki Joko Tumut
kediri
Ki Joko Tumut dengan Dioarama karya Kreasi MGS
Mas Adhi Kusumo (4 dari kiri) dan Mas Ekanata August (5 dari kiri) turut penasaran dengan miniature figure

Selanjutnya sesi praktek bersama memotret miniature figure yang paling ditunggu - tunggu oleh peserta dimulai juga setelah Ki Joko Tumut selesai memaparkan cerita di balik foto - foto hasil karyanya. Awalnya pemandu acara merencanakan sesi praktek dilaksanakan di dalam ruang kelas pagi tetapi karena luas area kelas yang tidak memungkinkan mengharuskan praktek memotret dipindah di halaman SK Coffee Lab. Dipandu oleh Kreasi MGS para peserta terlihat bersemangat menata dan memotret miniature figure, diecast serta diorama yang telah disediakan.

pameran foto kediri
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
sk coffee lab
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
ki joko tumut
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan
pameran foto kediri
Beberapa karya Ki Joko Tumut yang dipamerkan

Tidak hanya menggunakan kamera DSLR dan Mirrorless, para pesera juga banyak yang menggunakan kamera smartphone yang hasilnya tidak kalah keren. Semakin malam, sesi memotret miniature figure semakin ramai karena banyak pengunjung dan crew SK Coffe Lab yang ikut mencoba memotret miniature figure. Selain menggunakan diorama, para peserta dan pengunjung juga memanfaatkan area bar SK Coffee Lab sebagai tempat memotret.

kelas pagi kediri
Salah satu peserta memotret di bar SK Coffee Lab
kopi susu kita
Ki Joko Tumut memandu peserta memotret menggunakan smartphone
persik kediri
Salah satu peserta yang memotret miniature figure menggunakan smartphone
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta dan pengunjung SK Coffee Lab, Ki Joko Tumut mengadakan lomba foto on the spot selama pameran berlangsung hingga tanggal 19 Juli 2019. Dari lomba foto tersebut akan dipilih 1 orang pemenang yang berhak mendapatkan 1 unit diorama jalan multifungsi yang disupport oleh Kreasi MGS.  

Acara workshop dan pameran foto miniature figure yang baru pertama kali digelar di SK Coffee Lab ini semakin terasa istimewa karena kehadiran Bapak Abdullah Abubakar (Walikota Kediri) yang menyempatkan melihat dan mengapresiasi foto - foto yang dipamerkan.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB dan acara harus diakhiri karena Ki Joko Tumut dan Kreasi MGS harus kembali ke Sidoarjo dan Surabaya. Di akhir acara, Ki Joko Tumut menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung hingga acara ini berjalan dengan lancar.



   



  
 

     







 

Pameran dan Workshop Miniature Figure Photography Oleh Ki Joko Tumut

ponselgraphy - Sobat, Ruang Kita didukung oleh @kelaspagikdr akan menggelar pameran foto miniature figur "Nyelekit" karya @kijokotumut (Nanang Efendi).

ki joko tumut
Design by Adhi Kusumo

Pameran foto - foto karya Ki Joko Tumut akan digelar tanggal 12 - 19 Juli 2019 di @skcoffeelab Kediri mulai pukul 16.00 WIB

Selain opening pameran, pada hari Jumat, 12 Juli 2019 akan digelar juga Artist Talk bertajuk "Membuat foto bercerita dgn menggunakan miniature figure dan mengupas peluang bisnis miniature figure photography". Acara yang disupport penuh oleh SK Coffee Lab ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (18+)

So tunggu apa lagi ?
Bagi sobat ponselgraphy yang ingin ikut hadir dipersilahkan langsung meluncur ke lokasi SK Coffe Lab di Jl. PK Bangsa - Kediri (Kompleks Perumahan Perhutani, sebelah barat Stadion Brawijaya Kediri)

Manfaat Penggunaan Lens Hood Yang Wajib Diketahui Oleh Pemula

ponselgraphy
Berbagai Macam Lens Hood (c) google
ponselgraphy - Sobat, sebagian photografer professional tentu sudah mengetahui manfaat lens hood. Lens hood adalah aksesori pelengkap DSLR yang tak bisa dilewatkan begitu saja ketika melakukan aktivitas pemotretan. Lens hood merupakan sebuah bulatan pada bagian depan optik/lensa yang dapat dilepas pasang. Bentuk dan manfaat lens hood pun bermacam-macam, tetapi yang umum ditemui adalah bentuk bung tulip dan bentuk bundar.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang lens hood dan manfaatnya, mari kita simak ulasan di bawah ini

Manfaat Lens Hood

1. Melindungi Lensa
Dalam hal ini, lens hood dapat melindungi lensa dari bahaya benturan maupun air dan debu. Dengan lens hood yang terpasang melingkar pada lensa kamera, tentunya lensa tak akan tersentuh langsung oleh berbagai kotoran dan dari berbagai benturan. Hanya benturan dengan benda-benda tertentu saja yang dapat masuk ke dalam lensa tersebut.
Tak hanya itu saja, dengan menggunakan lens hood maka juga akan meminimalisir potensi kerusakan pada lensa, seperti lensa pecah atau terkena goresan ketika sedang memotret di luar ruangan. Oleh sebab itu banyak photografer profesional yang menggunakan lens hood ini karena mereka dapat merasakan manfaatnya secara nyata melindungi lensa kamera.


2. Mencegah Flare
Flare merupakan sebuah cahaya atau dapat dikatakan sebagai pancaran cahaya yang muncul akibat mekanisme pembentukan citra yang tidak diinginkan. Bisanya flare  terjadi karena adanya pantulan internal maupun bahan atau material lensa yang kurang homogen.
Di sinilah lens hood tersebut berperan. Dengan adanya lens hood yang melingkari optik depan lensa, manfaat lens hood dapat mencegah flare masuk. Apabila flare tersebut masuk, maka akan sangat mengganggu foto yang dihasilkan, seperti hilangnya detail foto maupun foto tampak buram dan berkabut. Dengan demikian, ketika memotret terutama di luar ruangan atau di bawah terik matahari, sebaiknya sobat  membawa lens hood untuk mengatasi flare itu.

3. Terlihat Professional
Manfaat lens hood yang satu ini memang tidak berpengaruh secara teknik, tetapi hal ini hanya akan mempengaruhi kepercayaan diri. Pasalnya, orang yang melihat tentu akan berbeda dibandingkan jika sobat ponselgraphy tidak menggunakan lens hood.
Jika menggunakan lens hood, maka sobat akan terlihat seperti photografer profesional yang tampak benar - benar paham aktivitas fotografi yang sedang dikerjakannya. Oleh karenanya, jika sobat menganggap fotografi sebagai profesi, maka sobat harus menggunakan aksesori satu ini untuk menampilkan kesan yang baik.

Tetapi, selain bermanfaat namun lens hood ini juga tak lepas dari kekurangan. Beberapa hal yang menjadi kekurangan dari penggunaan lens hood  antara lain dapat terjadi vignetting, flash, maupun dapat menghabiskan ruang. 

Namun demikian, tentu saja kita tidak bisa mengesampingkan manfaat lens hood tersebut yang terbilang akan berpengaruh pada hasil dan kualitas gambar.

(NE/2019)

Sosok Debutan Yang Menjuarai Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019


Debutan yang Langsung Juara


Nuryasin, adalah seorang sosok pembelajar. Setelah menyimak materi Workshop di Kampoeng Anggrek dari pakar phonegraphy Nanang Efendi, keesokan harinya dia berburu sunrise di Kampoeng Anggrek. Karyanya dipilih juri sebagai yang terbaik dalam Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019.
kediri lagi
Karya Nuryasin Yang Menjadi Jawara Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019
Ufuk merah menyingsing di timur langit, ketika Nuryasin mengendap di kawasan Kampoeng Anggrek. Sesaat, pria muda ini mengamati kawasan sekitar. Hari itu Minggu (31 Maret 2019), masih pagi sekali. Matahari masih bersembunyi. Jarum pendek sedikit bergeser melewati angka lima.
"Saat yang tepat ", batinnya. Sejumlah spot sudah tervisual dalam benak Nuryasin. Dia hanya menanti matahari sedikit naik untuk membidikkan kamera handphonenya.

Nuryasin beranjak melangkahkan kaki ke titik yang sudah direncanakan, namun terdengar teriakan. "Hei..!", seorang pria menghampiri, menggelandang Nuryasin. Ternyata, pria itu seorang security di kawasan Kampoeng Anggrek.
Duh.. Kampoeng Anggrek masih tutup. Wajar sih, security mengamankan orang asing di kawasan yang harus dijaganya. "Untung ada mas Rudy yang menyelamatkan saya," kata Nuryasin sembari tertawa.
               
Rudy, salah satu panitia Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 menjelaskan kepada security jika Fotografer diijinkan Direktur Kampoeng Anggrek Dr. Zaenudin masuk, meski Kampoeng Anggrek belum buka. Tapi, mereka harus memberitahu terlebih dahulu ke Security dong.. Supaya nggak salah paham.

Sekelumit cerita Nuryasin itu menjadi pernik, di panggung juara pada penganugerahan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest di Galeri Resto Kampoeng Anggrek, pada Ahad 5 Mei 2019. Kegigihannya meninggalkan rumahnya di Puncu, Kediri selepas subuh demi mendapatkan momentum matahari muncul tak sia - sia.
               
Meski tersendat, akhirnya dia membidik hamparan bunga tepat waktu sesuai rencana. Angle fotonya; hamparan bunga dengan matahari di sudut kanan atas. Karya Nuryasin berjudul ": "Warna Bunga dan Sinar Surya" akhirnya menjadi kampiun Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 Kategori Umum.

Hal yang luar biasa, sosok pemuda ini sebelumnya tak pernah ikut lomba foto, debutan yang langsung juara. Dia bahkan mengalahkan sejumlah nama fotografer yang kerap berkibar dalam berbagai kontes foto. "Alhamdulillah, saya sama sekali nggak mengira," katanya.

Karya Nuryasin ini diapresi oleh juri Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019. Menurut TomyDwi P, salah satu juri, karya Nuryasin sesuai tema 'Warna - Warni'.
Kelebihan lainnya, karya foto Nuryasin berhasil memunculkan RoL (Rays of Light), dimana garis - garis sinar matahari tampak di frame. "Teknik ini biasanya digunakan dengan kamera DSLR.
Nuryasin berhasil memunculkan RoL dengan kamera handphone, ini kesulitannya lebih tinggi," kata dedengkot Kephoc ini.
 
Nuryasin adalah salah satu peserta workshop 'Smartphone Photography' yang digelar di Kampoeng Anggrek, pada 30 Maret  2019.  Dia memang bertekad menimba ilmu dari pakarnya, Nanang Efendi.
Mahasiswa IAIN Kediri ini juga memperkaya referensi. Dia mencari berbagai foto dengan objek dan karakter yang mirip dengan kawasan di Kampoeng Anggrek.  Setelah workshop, dia juga mencari spot itu.

Nuryasin memperoleh hadiah tropi, uang Rp 1,5 juta serta sertifikat. Hadiah yang lumayan untuk mahasiswa.
"Hadiahnya digunakan untuk apa ?" goda Lusi, MC penganugerahan.
"Sebagian dipergunakan untuk kepentingan saya sendiri, sebagian untuk orang-orang rumah," jawab Nuryasin, sembari tersipu.

Selamat ya Nuryasin, jangan pernah berhenti untuk belajar dan terus berprestasi.

(da Nu/Kampoeng Anggrek)

 
               

Penganugerahan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019


kephoc
Para Pemenang Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019

ponselgraphy - Sobat berakhir sudah even Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 yang mulai digelar mulai tanggal 16 Maret 2019 sampai dengan 1 Mei 2019. Pengumuman pemenang sekaligus penganugerahan juara digelar di Galeri Resto Kampoeng Anggrek, di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Ahad (5 Mei 2019) siang.
kephoc
Beberapa member Kediri Phonegraphy Community turut meramaikan acara
Dalam puncak acara yang digelar Kampoeng Anggrek bekerja sama dengan Kediri Phonegraphy Community (Kephoc) ini, 17 nominator sekaligus 1 pemenang terfavorit diundang untuk mengikuti acara yang dimulai pada pukul 9.30 WIB. Selain nominator, para fotografer yang tergabung dalam Kephoc juga turut hadir memeriahkan acara tersebut.

kediri
Dr Zaenudin SU, Direktur Kampoeng Anggrek Kediri
Penyerahan penghargaan kepada pemenang diserahkan oleh Direktur Kampoeng Anggrek Dr. Zaenudin, SU.
 
Sesuai keputusan tiga dewan juri yang bekerja secara marathon selama kontes berlangsung ; Vrian Triwidodo, Tomy Dwi Putranto yang berasal dari Kediri Phonegraphy Community dan Didik Y Suharyanto yang berasal dari Kampoeng Anggrek, terpilih 6 pemenang dalam dua kategori.

Kategori Umum ;
Juara 1: Nuryasin (hadiah uang Rp 1,5 juta); 
Juara 2 : Ahmed Saifullah (Rp 1 juta),
Juara 3 : Iwan Susanto (hadiah Rp 750 ribu).

Kategori Pelajar ;
Juara 1: Rizki Alifian (Rp 750 ribu);
Juara 2: Gus Jadi (Rp 500 ribu)
Juara 3: Firyaal Ulayya (Rp 300 ribu).
   
wisata kabupaten kediri
Para pemenang Kategori Umum berfoto bersama Direktur Kampoeng Anggrek dan Juri
Sedangkan Pemenang Favorit jatuh pada Ayu Salsabella yang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

kediri
Didik Y Suharyanto selaku Ketua Dewan Juri menyerahkan tali asih kepada pemenang
Selain memperoleh trophy dan sertifikat, para pemenang juga mendapat  hadiah uang tunai senilai total Rp 5,3 juta.
 
Dr.Zaenudin, Direktur Kampoeng Anggrek sangat mengapresiasi antusiasme peserta dalam even Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 ini.   
"Ada 188 karya peserta, itu yang terverifikasi oleh panitia, tetapi seluruh karya yang masuk  lebih dari 200 karya, kata beliau ketika memberikan sambutan.

kediri lagi
Direktur Kampoeng Anggrek menyerahkan hadiah kepada para pemenang
'Ternyata antusiasme masyarakat terhadap even ini cukup tinggi," kata mantan Kepala Puslit Kopi dan Kakao Jember ini.

"Sementara untuk pemenang favorit yang dinila berdasar jumlah like terbanyak, dari laporan panitia masih ada beberapa peserta yang menggunakan aplikasi pihak ketuga untuk mendongkrak  perolehan like-nya sehingga, ada sejumlah peserta yang didiskualifikasi", kata penikmat kopi hitam ini

Hanya saja, Dr. Zaenudin memberikan catatan, jika banyak destinasi di Kampoeng Anggrek yang kurang tereksplore, terutama areal bagian atas Kampoeng Anggrek.    
"Ada tour kebun, pengunjung diajak keliling kebun dengan mobil kayu. Nah, di atas ada rumah pohon dan gardu pandang. Itu pemandangannya sangat menarik untuk dijadikan objek foto," kata beliau.

Sementara itu, Founder Kephoc Tomy Dwi Putranto juga mengapresiasi inisiatif Kampoeng Anggrek yang menggelar even kontes foto ini. Sebelumnya, Kampoeng Anggrek bersama Kephoc juga memberikan pembekalan kepada peserta dengan menggelar workshop "Smartphone Photography" pada 30 Maret 2019.
   
kediri lagi
Tommy (kiri) bersama Nara Singha, salah satu member Kephoc yang saat ini menekuni wedding photography
"Saya berharap even ini berkelanjutan. Sebab, even ini menjadi wadah untuk mengasah kreatifitas pecinta fotografi sekaligus sarana untuk mengenalkan Kampoeng Anggrek," kata Tomy ketika ramah tamah dengan panitia dan pemenang lomba. (*)

(danoekampoenganggrek)

  

Nominasi Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019

ponselgraphy - Sobat, setelah digelar sejak 16 Maret 2019 hingga berakhir tanggal 1 Mei 2019, Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest yang mengangkat tema Warna Warni Kampoeng Anggrek telah terpilih foto - foto kerem para peserta yang masuk nominasi.

Dari hasil kerja keras panitia dan Dewan Juri, berikut adalah peserta lomba yang masuk nominasi.

Kampoeng Anggrek
(c) Kampoeng Anggrek Kediri

KATEGORI PELAJAR



kampoeng anggrek
(c) Kampoeng Anggrek

KATEGORI UMUM



Panitia Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest akan mencetak dan memamerkan seluruh karya peserta yang masuk nominasi dan akan dipamerkan pada saat pengumuman serta penyerahan hadiah pemenang lomba yang akan digelar pada Minggu, 05 Mei 2019 mulai pukul 9.30 WIB.
Admin ponselgraphy mengucapkan selamat kepada para nominator, dan bagi seluruh peserta Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019 yang belum terpilih jangan patah semangat karena masih ada kesempatan di event - event lanjutan yang akan digelar oleh Kampoeng Anggrek Kediri.

Teruslah berlatih dan sering - sering memotret agar kemampuan semakin terasah.

Puluhan Smartphone Photographer Mengikuti Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop

ponselgraphy - Sobat, Sabtu 30 Maret 2019 kemarin Kampoeng Anggrek Kediri bekerjasama dengan Kediri Phonegraphy Community sukses menggelar Workshop yang bertajuk Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop
nanang efendi
Kampoeng Anggrek Kediri
Acara yang baru pertama kali digelar sejak Kampoeng Anggrek Kediri dibuka pada tahun 2016 ini sekaligus menjadi ajang Technical Meeting para peserta "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest" yang mengusung Tema "Warna Warni".

Sejak pukul 8.30 WIB para peserta yang rata - rata mengikuti  "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest" mulai berdatangan dan melakukan registrasi di tempat yang telah disediakan panitia.

Tepat pukul 10.00 WIB acara Workshop dibuka oleh Mbak Ananda Grisca selaku pembawa acara, setelah memimpin doa bersama pembawa acara mempersilahkan Bapak Dr.Ir Zainudin, SU, Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung (pengelola Kampoeng Anggrek Kediri) untuk memberikan sambutan. 
nanang efendi
Sambutan dari Bapak Dr. Ir. Zainudin SU (Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung)
Dalam sambutannya, bapak Direktur Perkebunan Sumber Sari Petung menjelaskan sekilas tentang sejarah berdirinya Kampoeng Anggrek Kediri dan memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah hadir untuk mengikuti rangkaian acara "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest".   

kephoc
Tommy Dwi Putranto (Founder Kediri Phonegraphy Community)
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Tommy Dwi Putranto selaku pendiri Kediri Phonegraphy Community. Tommy menyampaikan terimakasih kepada Kampoeng Anggrek Kediri yang telah berkenan menggandeng Kediri Phonegraphy Community untuk menjadi juri dan pemateri "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest".
 
perkebunan sumber sari petung
Moderator sedang berinteraksi dengan peserta dari Tulungagung
Selesai sambutan dari Founder Kediri Phonegraphy Community, acara Workshop dimulai yang di moderatori oleh mas Danu salah satu selaku penggagas acara. Moderator membuka acara dengan menyampaikan beberapa hal tentang Smartphone Photography. Selanjutnya moderator mempersilahkan Nanang Efendi, praktisi photografi ponsel dan Co Founder Kediri Phonegraphy Community selaku pemateri untuk berbagi ilmu dengan para peserta yang berjumlah kurang lebih 73 orang yang tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri tetapi ada beberapa peserta dari Tulungagung dan Blitar.

Dalam Workshop yang baru pertama kami digelar oleh Kampoeng Anggrek Kediri ini diselenggarakan untuk lebih memperkenalkan dan menggugah minat anak - anak muda, khususnya para peserta tentang photografi ponsel yang belakangan ini menjadi trend baru di dunia photografi. Para peserta workshop nampak antusias menerima penjelasan dari pemateri, dan dipandu oleh moderator banyak peserta yang bertanya tentang ilmu - ilmu yang ditularkan kepada mereka.

ponselgraphy
Nanang Efendi sedang menyampaikan materi Dasar - Dasar Photografi Ponsel
Dalam workshop ini, pemateri menjelaskan tentang dasar - dasar mengenal dan memahami  perbedaan snapshot dan fotografi, pemahaman tentang komposisi, mengenal apa itu Point of Interest, Deep of Field serta beberapa hal lain. Para peserta yang sebagian besar memiliki ponsel android dengan kemampuan kamera yang lumayan baik baru menyadari jika ternyata mereka bisa membuat karya foto lebih dari yang telah mereka lakukan sebelum mengikuti workshop untuk diikutkan Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest.

Setelah kurang lebih 1 jam mendengarkan paparan dari pemateri, peserta Workshop dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dan diberi kesempatan oleh panitia untuk melakukan tour keliling area Kampoeng Anggrek sekaligus mengenalkan spot - spot yang bagus untuk pemotretan dan mempraktekkan materi yang telah disampaikan.
ponselgraphy
Salah satu icon dan spot foto di Kampoeng Anggrek
wisata kabupaten kediri
Mbak Ananda Grisca memimpin tour peserta
photografi ponsel
Para peserta workshop antusias belajar memotret setelah tour keliling
kabupaten kediri
Para peserta mengikuti tour keliling Kampoeng Anggrek
Tak terasa setelah berkeliling, berdiskusi dan mencoba mempraktekkan beberapa hal yang disampaikan oleh pemateri, waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB dan acara harus diakhiri.

Semoga acara ini dapat bermanfaat barokah bagi kita semua.


(N/E)



      





     

Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop

WORKSHOP "SMARTPHONE PHOTOGRAPHY" di KAMPOENG ANGGREK

ponselgraphy - Memotret pake telepon seluler ? Why Not ?

Jika kita optimalkan, hasil foto dengan ponsel bisa keren abis tak ubahnya jepretan kamera DSLR
Sobat ponselgraphy mau bukti ?
Yuk, ikut workshop "Smartphone Photography" di kawasan wisata Kampoeng Anggrek, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Sabtu, 30 Maret 2019 yang akan dimulai pada pukul 08.30 WIB.
Pematerinya adalah pakar Phonegraphy kelahiran Kota Tahu Kediri ; Nanang Efendi (Pendiri Kediri Phonegraphy Community). 

kampung anggrek
Kampoeng Anggrek Smartphone Photography Workshop
Bukan hanya teori, para peserta juga bakal diajak hunting bareng berkeliling kawasan wisata Kampoeng Anggrek yang berlokasi di lereng Gunung Kelud dengan hawa yang sangat sejuk. Jadi sobat ponselgraphy bisa belajar sekalian rekreasi. Seru kan ?

Buat sobat ponselgraphy yang ada di Kediri dan sekitarnya ayo segera registrasi !
Caranya mudah, hanya kirim pesan via WA dengan format (nama_akun Instagram) ke nomor HP : 0858-5243-6585 (Grisca), 0815-5584-1349 (Agus), 0857-0879-7669 (Rudi).
Selain itu sobat ponselgraphy bisa juga mendaftar dengan format yang sama via DM ke IG @kampoenganggrek

Buruan daftar karena registrasi akan ditutup pada hari Jumat, 29 Maret 2019, pukul 15.00 WIB.

Workshop Smartphone Photography yang baru pertama kali digelar oleh Kampoeng Anggrek ini sekaligus dijadikan ajang pembekalan peserta dan technical meeting even "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest" dalam rangka Hari Ulang Tahun Kampoeng Anggrek ke-3.

Workshop digelar Kampoeng Anggrek bekerja sama dengan Kediri Phonegraphy Community (Kephoc). Materi - materi yang akan diberikan adalah tentang Dasar - Dasar Photografi (Point Of Interest, Komposisi, Rule Of Third). Selain itu juga dibahas tentang  pemahaman DoF (Deep Of Field) dan pengenalan ISO. Ada juga pengenalan proses pembuatan lensa tambahan yang sangat kreatif dengan memanfaatkan barang bekas dan banyak materi - materi istimewa lainnya, sehingga jepretan HP sobat ponselgraphy bisa jadi ‘rasa kamera DSLR.’ 

Yuk segera daftar untuk mengikuti Workshop yang berbobot ini tanpa dipungut biaya (FREE) alias gratis.

Kalau nggak daftar sekarang, kapan lagi?
#ponselpunbisa

Catatan :
Biaaya tiket masuk Kampoeng Anggrek ditanggung oleh masing masing peserta.

Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019

anggrek
(c) Kampoeng Anggrek
ponselgraphy - Sobat, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke 3 nya, Kampoeng Anggrek Kediri akan mengadakan beberapa kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat umum.

Salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk diikuti adalah "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019" yang bertema "Warna Warni". Dibilang menarik karena dalam lomba foto ini, peserta hanya diperbolehkan menggunakan smartphone dalam pengambilan gambar dengan total hadiah untuk para pemenang sebesar Rp 5.000.000,-

Lomba foto yang bertajuk "Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest 2019" ini digelar oleh Kampoeng Anggrek Kediri bekerjasama dengan Kediri Phongraphy Community yang juga akan menggelar "Workshop Smartphone Photografi" yang akan digelar pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 mulai jam 09.00 WIB sampai dengan selesai.

Ada 2 (dua) kategori peserta lomba yang bakal dinilai oleh dewan juri :
  1. Kategori Umum;
    Juara 1 (Rp. 1, 5 juta)
    Juara 2 (Rp. 1 juta)
    Juara 3 (Rp. 750 ribu)
  2.  Kategori Pelajar;
    Juara 1 (Rp. 750 ribu)
    Juara 2 (Rp. 500 ribu)
    Juara 3 (Rp. 300 ribu)
    Juara Favorit (Rp. 500 ribu)
Buat sobat ponselgraphy yang ada di Kediri dan sekitarnya gak ada salahnya jika ikut meramaikan rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke 3 Kampoeng Anggrek, tapi sebelumnya sobat - sobat harus membaca dan mengikuti Syarat dan Ketentuan yang sudah disiapkan oleh Kampoeng Anggrek yaa.

kampoeng anggrek
Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest
 Syarat dan ketentuan :
  1. Foto menggunakan handphone. Objek foto adalah landscape daya tarik wisata Kampoeng Anggrek di Desa Sempu, Ngancar, Kabupaten Kediri yang dipotret 1 Februari 2019 - 1 Mei 2019. Panitia akan mengecek exif foto asli.
  2. Editing foto yang diperkenankan: crop,bright, contrast dan exposure.
  3. Peserta memfollow akun Instagram @kampoenganggrek.
  4. Peserta mengupload flyer ‘Beautiful Kampoeng Anggrek Photo Contest’ di akun instagramnya.
  5. Posting foto di Instagram peserta dimulai 16 Maret 2019, paling lambat 1 Mei 2019, pukul 15.00 WIB. Pada tiap posting, peserta memention akun @kampoengaanggrek serta tiga akun Instagram lainnya.
  6. Caption foto yang diikutkan kontes: keterangan objek dan merk handphone, hashtag #kampoenganggrek dan #beautifulkampoenganggrek
  7. Peserta mendaftar melalui formulir pada tautan yang tertera di profil akun Instagram @kampoenganggrek. Dalam formulir, peserta mengisi data serta uploadkartu identitas, foto asli dan edit.
  8. Peserta paling banyak mengirimkan tiga karya.
  9. Panitia merepost karya peserta yang memenuhi syarat ke akun IG @kampoenganggrek. Peserta terfavorit ditentukan like terbanyak foto yang direpost di akun IG @kampoenganggrek. Penghitungan like pada pukul 21.00 WIB, 1 Mei 2019.
  10. Penyelenggara berhak menggunakan foto pemenang untuk kepentingan promosi.
  11. Pemenang diumumkan pada 2 Mei 2019, pukul 18.00. Penganugerahan pemenang pada 4 Mei 2019 di Kampoeng Anggrek.
  12. Panitia menggelar workshop ‘Smartphone Photography’ bersama Kediri Phonegraphy Community (Kephoc) sekaligus Technical Meeting di Kampoeng Anggek, Sabtu, 30 Maret 2019.Bagi yang berminat silakan mendaftar via WA ke nomor telepon yang tertera di flyer.
So, tunggu apa lagi sobat
Segera siapkan nyalimu untuk mengikuti lomba ini.




     

Memotret Miniature Figure dan Diecast Dengan Lensa Bongkaran Sapujagad Mini

ponselgraphy - Sobat, bagi sebagian orang mainan hanya dijadikan hiasan dan pajangan yang selain dapat menambah keindahan juga bisa dijadikan sebagai "obat" di saat pemiliknya merasa penat dengan kegiatan sehari - hari dengan cara memainkan atau hanya dengan berlama - lama memandanginya.
Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Ki Joko Tumut, baginya mainan tidak hanya bisa dipajang dan dinikmati sendiri keindahannya tetapi lebih dari itu, mainan bisa dijadikan obyek foto yang hasilnya bisa dinikmati oleh orang lain juga.

Berbekal beberapa mainan yang dimiliki, sejak akhir 2016 Ki Joko Tumut mulai serius memotret mainan skala 1:87 yang biasa disebut miniature figure. Dari tangannya Ki Joko Tumut mencoba membuat sebuah cerita dari figure - figure yang dimilikinya melalui karya - karya foto yang selain dibuat menggunakan kamera DSLR juga dipotret dengan menggunakan kamera ponsel.

lensa sapujagat
Ponsel Yang Telah Dipasang Lensa Sapujagad Mini
Ki Joko Tumut tidak mengharuskan menggunakan kamera khusus saat sedang melakukan pemotretan. "Asal nyaman dan pas tidak masalah memotret menggunakan kamera DSLR ataupun kamera ponsel", kata Ki Joko Tumut beberapa waktu lalu saat dikunjungi admin di padepokannya.

lensa bongkaran
Lensa Bongkaran Sapujagad Mini
Pada saat admin berkunjung, kebetulan Ki Joko Tumut sedang asyik melakukan pemotretan mainan - mainan yang dimiliki, baik yang memiliki skala 1:87 dan mainan - mainan yang berukuran lebih besar. Yang menarik, saat itu Ki Joko Tumut hanya menggunakan ponsel vivo y 21 dan lensa tambahan yang dikenal dengan lensa sapujagad mini, sebuah lensa bongkaran yang digunakan sebagai lensa tambahan kamera ponsel.

Ki Joko Tumut terlihat asyik menata miniature dan beberapa diecast yang ditata sedemikian rupa sehingga jika dipotret akan menghasilkan karya foto yang serasa "hidup" meski obyeknya hanya berupa mainan. Ki Joko Tumut tampak mengambil gambar dari obyek yang sama dari berbagai sudut pandang agar hasilnya bisa maksimal dan tidak membosankan jika dilihat.

Berikut adalah beberapa hasil jepretan Ki Joko Tumut menggunakan kamera ponsel Vivo Y21 ditambah Lensa Bongkaran Sapujagad Mini.

lensa sapujagad
GMC CCKW & OPEL Blitz MilitaryTruck
lensa sapujagad
Feeding Time
the good dinosaur
Spot
lensa sapujagat
Mario Kart
lensbong
Nobita& The Bad Dog
lensbong
Kios Koran dan Majalah
diecast
Parkir
Untuk melihat karya karya lain Ki Joko Tumut bisa langsung saja ke Fanspage nya atau ke instagram nya